Google Usulkan Wifi 2.0

Posted by M.Noer.Zulfikar in

Google mengatakan pada hari Senin bahwa mereka ingin memungkinkan penduduk di Manhattan (New York) mengakses internet melalui peralatan portabel dengan kecepatan dalam ukuran gigabit per second sebelum tahun 2009 berakhir.
#
Google, bersama dengan beberapa perusahaan besar lainnya seperti Microsoft dan Dell telah lama berusaha mendapatkan ijin untuk menggunakan jalur frekuensi TV yang tidak terpakai. Frekuensi ini sangat berharga karena dapat mengirimkan data dalam jarak jauh melalui banyak halangan.

Frekuensi ini juga memiliki kapasitas transfer yang jauh lebih besar dibandingkan pelayanan internet yang ada saat ini, "Wi-fi on steroids" atau "Wi-fi 2.0", seperti yang dikatakan Richard Whitt, ahli telekomunikasi Google.

Whitt mengatakan bahwa mereka "melakukan hal ini karena kami ingin semua orang puas dengan proses ini." Google tidak tertarik untuk menjadi penyedia layanan nirkabel atau membangun jaringannya sendiri, akan tetapi mereka memiliki visi di mana frekuensi kosong ini digunakan untuk "menyediakan akses nirkabel untuk semua orang Amerika di mana - mana."

Usaha Google untuk menggunakan frekuensi kosong ini dimulai hanya beberapa hari setelah kegagalannya untuk mendapatkan lisensi pemakaian spektrum 700MHz dalam pelelangan yang dilakukan FCC minggu lalu, walaupun mereka telah memberikan tawaran sebesar $4,6 milyar.


Read More...

Intel Cliffside Ubah Laptop Menjadi AP Pintar

Posted by M.Noer.Zulfikar in

Menghubungkan laptop anda ke sebuah access point (AP) WiFi adalah sebuah pekerjaan mudah. Tetapi bagaimana cara anda menghubungkan komputer ke berbagai alat lain seperti kamera dan printer nirkabel? Untuk menjawab pertanyaan ini, Intel telah mengembangkan teknologi Cliffside untuk mengubah komputer anda menjadi AP berbasis perangkat lunak.
Anda mungkin berpikir bahwa "AP berbasis perangkat lunak telah ada sejak lama," akan tetapi manajer produk Intel Ashish Gupta melaporkan kepada TG Daily bahwa Cliffside tidak hanya menciptakan sebuah AP berbasis software.

Image Hosted by ImageShack.us


Teknologi ini mengkombinasikan kemudahan pakai seperti Bluetooth dengan kecepatan dan keamanan WiFi. Komputer yang menggunakan Cliffside akan menciptakan sebuah personal area network (PAN) untuk menghubungkan beberapa alat nirkabel sekaligus seperti Bluetooth.

Laptop akan mendeteksi alat - alat yang ada di sekitarnya dan sebuah jendela akan muncul, meminta pemakai untuk menerima atau menolak koneksi dari alat tersebut.

Bagaimana dengan keamanan? Gupta mengatakan bahwa Cliffside akan menggunakan teknologi sekuriti apapun yang tersedia seperti WEP atau WPA, akan tetapi harus bekerja dengan teknologi yang didukung semua alat. Contohnya, "apabila laptop anda menggunakan WEP tetapi kamera anda tidak mendukungnya, mereka tidak akan dapat terhubung."

Image Hosted by ImageShack.us


Gupta memotret sebuah foto di Intel Developer Forum Shanghai, kemudian secara nirkabel mengirimkan foto itu ke laptop yang berada di sekitarnya. Ia kemudian mencetak foto ini di sebuah printern Lexmark nirkabel yang terletak di sebelah laptop itu. Semua alat itu telah terhubung ke laptop melalui aplikasi Cliffside 'Central Point.'

Klik di sini untuk sumber berita.

Read More...

Segera Hadir: Internet Super Cepat

Posted by M.Noer.Zulfikar in

Internet akan segera usang. Ilmuwan yang mengembangkannya kini tengah membuat penggantinya yang memiliki kecepatan jauh lebih tinggi, seperti dikutip dari Times Online. Pada kecepatan 10.000 lebih cepat dari koneksi pita lebar, "the grid" dapat mengirimkan seluruh katalog Rolling Stones dari Inggris ke Jepang kurang dari dua detik. #
The grid juga dapat menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk mengirimkan gambar hologram; memungkinkan online gaming dengan ratusan ribu pengguna; dan menyajikan telefon video dengan tarif pulsa lokal.

David Britton seorang professor fisika dari Universitas Glasgow mengatakan bahwa teknologi grid dapat me-revolusi masyarakat. Dengan tingkat teknologi seperti ini, generasi masa depan dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan cara yang belum pernah dibayangkan, katanya.

Kemampuan the grid dapat Anda saksikan musim panas ini di Cern. The grid akan diaktifkan pada saat yang bersamaan untuk menangkap data yang dihasilkan.

Cern yang berlokasi dekat Geneva, memulai proyek grid tujuh tahun lalu saat Ilmuwan menyadari bahwa LHC dapat menangkap data ekuivalen dengan 56m CD.

The grid dibuat dengan kebel serat optik dan routing center modern, yang berarti tidak ada komponen yang usang untuk memperlambat data. 55.000 server telah di-install dan dalam jangka waktu 2 tahun, 200.000 lagi akan datang.

"Ini akan menuju pada sebuah era yang bernama cloud computing, dimana orang menyimpan informasi mereka secara online dan dapat mengaksesnya dimana saja," katanya.


Read More...

Telah Resmi: Google Kini Mendukung IPv6

Posted by M.Noer.Zulfikar in


Dua bulan setelah meluncurkan situs pencarian utamanya dalam versi IPv6, Google kini secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah mendukung IPv6. Artikel di bawah ini adalah terjemahan langsung dari pengumuman di blog resmi Google. #
Kami sangat memperhatikan kesehatan internet. Belakangan ini, kami semakin prihatin bahwa IPv4, alamat - alamat yang digunakan komputer untuk berhubungan dengan internet akan habis. Prediksi saat ini memperlihatkan bahwa alamat IPv4 akan habis suatu saat di akhir 2011, dan walaupun beberapa teknologi seperti Network Address Translation (NAT) dapat memberikan solusi sementara, mereka membuat arsitektur internet menjadi rumit dan mempersulit pengembangan aplikasi baru.

Oleh karena itu kami sangat senang untuk mengumumkan bahwa pencarian Google kini tersedia melalui IPv6 di ipv6.google.com (anda akan membutuhkan koneksi IPv6 untuk mengakses situs ini).

Di mana IPv4 menyediakan sekitar 4 milyar alamat IP - tidak cukup untuk memberikan satu alamat IP untuk masing - masing penduduk bumi yang berjumlah 6 milyar, IPv6 menyediakan alamat yang cukup untuk memberikan tiga milyar jaringan untuk setiap manusia di muka bumi ini.

Kami berharap untuk memungkinkan setiap komputer dan alat portabel di jaringan untuk dapat berkomunikasi secara langsung - ide yang disebut "end to end principle" yang sangat penting desain internet - IPv6 akan memungkinkan pertumbuhan internet secara terus menerus dan memungkinkan penemuan aplikasi baru.

Dengan sistem operasi seperti Windows Vista, Mac OS X dan Linux menyediakan dukungan berkualitas tinggi untuk IPv6, kami berharap bahwa implementasi massal IPv6 hanya tinggal waktu saja. Untuk itu, kami akan menyelesaikan jatah pekerjaan kami.


Read More...

Ilmuwan Australia Buat Internet 100 Kali Lebih Cepat

Posted by M.Noer.Zulfikar in

Pengguna komputer yang frustasi dengan koneksi internet lambat sebentar lagi dapat menelusuri web 100 kali lebih cepat berkat teknologi baru dari Australia. Ilmuwan dari Universitas Sydney mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi baru yang dapat mempercepat internet tanpa membebankan biaya tambahan kepada pengguna. Digambarkan sebagai "retak kecil pada sebuah gelas," sirkuit photonic yang terintegrasi ini meningkatkan kinerja serat optik tradisional, kata Profesor Ben Eggleton.

"Sirkuit ini menggunakan retakan sebagai pedoman atau jalur informasi, mirip seperti kereta yang dapat berpindah dari satu rel ke rel lain, tetapi perpindahan ini hanya membutuhkan waktu satu picodetik. Ini berarti dalam satu detik tombol ini aktif dan non-aktif sekitar satu juta kali."

Prof Eggleton mengatakan bahwa teknologi ini telah dikembangkan selama empat tahun terakhir. Saat ini kita masih menggunakan elektronik untuk switching yang bekerja cukup baik, tetapi dengan majunya kita menuju masa depan berteknologi tinggi, pemakai menginginkan internet yang memuaskan.

Prof Eggleton mengatakan pada pengujian awal teknologi ini menunjukkan kemungkinan memperoleh kecepatan internet sampai dengan 60 kali dari jaringan Telstra yang ada sekarang.

Jika dikembangkan lebih lanjut, sirkuit ini dapat menghasilkan kecepatan sampai dengan 100 kali, katanya. "Kita berbicara mengenai jaringan yang memiliki potensi peningkatan kecepatan sampai dengan 100 kali tanpa membebankan pelanggan dengan biaya lebih."

Klik di sini untuk sumber artikel.

Read More...

Kabel Bawah Laut Google Menyatukan Asia Tenggara

Posted by M.Noer.Zulfikar in

Di bulan Februari, Google mengaku bekerja sama dengan lima perusahaan Asia untuk membangun kabel jaringan bawah laut yang menghubungkan Amerika ke Jepang dan kini, Eric Schmidt dan kawan-kawan tengah mempersiapkan satu lagi jaringan bawah laut yang akan menghubungkan Jepang ke Guam, Hong Kong, Filipina, Thailand dan Singapura. Perusahaan komunikasi TeleGeography juga menyediakan peta di bawah ini.
Proyek SJC Google


Seperti yang Anda lihat, TeleGeography menamakan proyek ini Southeast Asia Japan Cable (SJC) yang bertujuan untuk menghubungkan jaringan baru ini dengan kabel "Unity" (kabel bawah laut yang kami bahas enam bulan lalu). Google dan konsorsiumnya menargetkan untuk merampungkan Unity di tahun 2010, dan SJC satu tahun setelah itu.

Selain itu, ITWeb juga melaporkan bahwa Google berniat membangun jaringan kabel bawah laut ketiga ke Afrika Selatan, walaupun Google menekankan bahwa mereka tidak memasuki bisnis kabel bawah laut. Saat mengumumkan Unity, Google mengatakan bahwa mereka "tidak bersaing dengan penyedia jaringan telekom, akan tetapi data yang perlu kami kirim ke seluruh dunia telah mencapai titik di mana penyedia jaringan tradisional sudah tidak mencukupi lagi." (The Register)

Dengan membangun jalur komunikasinya sendiri, Google akan mempercepat akses pengguna dari seluruh dunia ke pelayanannya. Yang mungkin belum diketahui kebanyakan orang adalah fakta bahwa walaupun kita yang berada di Indonesia secara otomatis diarahkan ke google.co.id, server untuk itu tetap saja berlokasi di Amerika Serikat dan bukan di Indonesia. Lihatlah hasil nslookup untuk google.co.id.

Hasil nslookup google.co.id


Jadi apa artinya proyek ini untuk kita? Semakin cepat Google dapat mengirimkan datanya ke kita, semakin responsif pula layanan-layanan Google yang kita pakai. Untuk layanan pencarian Google yang sangat ringan mungkin tidak akan berdampak besar, akan tetapi bayangkan bila Google memiliki pusat data lokal untuk menyajikan YouTube, GMail, Google Docs.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Google berambisi menggulingkan dominasi Microsoft di desktop dengan meluncurkan aplikasi office-nya sendiri dalam bentuk GMail (Outlook) dan Google Docs (Word, Excel, PowerPoint) yang berbasis web, dan membangun jaringan kabel bawah laut ke Asia tentunya dapat membantu ambisi Google ini. Dengan semakin meningkatnya kinerja JavaScript browser, tak lama lagi aplikasi berbasis web akan dapat beroperasi seresponsif aplikasi desktop.

Google hanya perlu memikirkan cara untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk membuka aplikasi web secara penuh — semakin cepat Google dapat mengirim data ke pengguna, semakin cepat juga aplikasi web akan mulai operasional. Saat ini dengan koneksi internet yang saya miliki, membuka Gmail membutuhkan sekitar 10 detik, masih sedikit lebih lambat dibandingkan Outlook.

Mengingat jumlah penduduk kita yang besar, bukan mustahil bila Google suatu saat memutuskanuntuk menginjak tanah Indonesia, tetapi untuk sementara kita harus puas dengan jaringan Google yang mencapai Tuas di Singapura di tahun 2011.

Read More...